Desa Sambiroto menjadi salah satu desa yang menerima Prgram Percepatan Peningkatan Tata Guna Air dari Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana (BBWS).
Sebelumnya, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana pada tahun 2025 kembali melaksanakan program P3-TGAI (Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi), yang bertujuan meningkatkan jaringan irigasi melalui partisipasi masyarakat petani.
Kegiatan P3-TGAI ini mencakup sosialisasi kepada masyarakat dan pengusulan lokasi, serta akan didukung oleh anggaran dari DIPA Satker BBWS Pemali Juana untuk tahun 2025.
Pengusulan lokasi dalam program ini bisa dilakukan oleh DPR RI, Instansi Pemerintah Daerah, serta Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A), dan Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air (IP3A).
Pelaksanaan program ini akan dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), dengan berlandaskan pada Pedoman Umum serta Petunjuk Teknis P3-TGAI.
Menindaklanjuti hal ini, kelompok P3TGAI Tirta Segaran Desa Sambiroto mengusulkan pada bulan Juni yang lalu supaya ada pembangunan saluran irigasi tersebut.
Saat ditemui, Asro Ketua P3TGAI Desa Sambiroto mengungkapkan program ini bertujuan untuk meningkatkan tata guna air irigasi guna mendukung kesejahteraan petani dan masyarakat setempat.
Lebih lanjut ia menjelaskan, Program P3-TGAI merupakan program padat karya tunai yang diinisiasi oleh Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air. "Jadi pelaksanaannya nanti sebisa mungkin melalui program padat karya, sehingga melibatkan pastisipasi dan pemberdayaan masyarakat di sini," jelasnya.
Sementara, Mahfud pengurus kelompok mengatakan jika P3TGAI Desa Sambiroto menerima program ini dengan pagu 195 juta rupiah. Dengan pagu sebesar itu maka dapat membangun saluran irigasi dengan volume sepanjang 308 meter.
Sedangkan Kepala Desa Sambiroto M. Abdul Kharis berharap jika program ini mampu memberikan manfaat bagi pertanian di desa Sambiroto sesuai dengan harapan pemerintah pusat.